I think the ideal world where no hunger, misery, war, and destruction happened, ended in the music's lyric
~Me and that dreamy song's maker~
Quote's Stock -wisdom
A journey of thousand miles, always begin with one single step
~Chinese Proverb~
~Chinese Proverb~
Quote's Stock -curiosity
All of the mystery begin with one simple man's curiosity
~One of the great detective's comic that I've ever read~
~One of the great detective's comic that I've ever read~
Quote's Stock -life
Life is a comedy for the one who do it, and tragedy for the one who feel it
~My JHS's friend~
~My JHS's friend~
Quote's Stock -majority
Majority isn't always right, but people think it's right
~Me and my JHS's friend~
~Me and my JHS's friend~
Menyebalkan!
Menyebalkan!
Apa kau tahu bagaimana rasanya jika sepiring makanan lezat dihidangkan di depan anda? Tapi anda dilarang untuk mencicipinya, dan hanya dibiarkan kelaparan mencium baunya?! Dan lebih parahnya lagi, seorang pencicip makanan profesional yang biasa anda lihat di televisi hadir di depan anda dan melahap makanan itu tanpa ragu.
Ia membiarkan anda kelaparan sambil sesekali mengomentari rasa dan tekstur makanan itu tanpa malu-malu seujung kuku di depan mata anda. Setelah itu ia bersendawa dan mengelus-ngelus perutnya dan pergi begitu saja, membiarkan anda melongo dengan mulut ternganga yang dapat dipastikan jika anda dipotret kamera dengan resolusi yang bahkan hanya VGA, teman-teman anda yang ditunjukan foto tersebut akan tertawa terbahak-bahak melihat liur anda yang sudah menetes tidak karuan.
Apa kau tahu bagaimana rasanya jika sepiring makanan lezat dihidangkan di depan anda? Tapi anda dilarang untuk mencicipinya, dan hanya dibiarkan kelaparan mencium baunya?! Dan lebih parahnya lagi, seorang pencicip makanan profesional yang biasa anda lihat di televisi hadir di depan anda dan melahap makanan itu tanpa ragu.
Ia membiarkan anda kelaparan sambil sesekali mengomentari rasa dan tekstur makanan itu tanpa malu-malu seujung kuku di depan mata anda. Setelah itu ia bersendawa dan mengelus-ngelus perutnya dan pergi begitu saja, membiarkan anda melongo dengan mulut ternganga yang dapat dipastikan jika anda dipotret kamera dengan resolusi yang bahkan hanya VGA, teman-teman anda yang ditunjukan foto tersebut akan tertawa terbahak-bahak melihat liur anda yang sudah menetes tidak karuan.
Novel Project -Lex Oddypus chapter 1
Gemerincing lonceng yang tertiup angin pagi, membangunkanku kembali hari ini. Membuatku kembali terjaga dari deretan mimpi yang semalam kuuntai bahagia sebagai sebuah kalung permata yang paling berharga.
Aku berharap suatu hari nanti, akan ada sebuah kereta imajinasi warna-warni yang di sekitarnya diletakkan kilauan gemintang pagi untuk membawaku pergi menuju sebuah dimensi fantasi.
Di mana aku dapat bercengkerama dengan para peri, bercanda-tawa mengarungi langit bersama para naga, dan bertualang bersama para ksatria dan penyihir.
Aku berharap suatu hari nanti, akan ada sebuah kereta imajinasi warna-warni yang di sekitarnya diletakkan kilauan gemintang pagi untuk membawaku pergi menuju sebuah dimensi fantasi.
Di mana aku dapat bercengkerama dengan para peri, bercanda-tawa mengarungi langit bersama para naga, dan bertualang bersama para ksatria dan penyihir.
Tapi seperti biasa, hari ini langit tetap mendung, menatapku dengan tatapan kelabu sayu, seakan-akan menganggap mimpiku adalah sebuah angin lalu.
Dan aku kembali menghela nafas, kemudian membereskan tempat tidurku, beranjak mandi, sarapan, dan pergi ke sekolah dengan bus yang sama yang kutumpangi setiap pagi.
-Dan sekali lagi, realita kenyataan telah memenangkan pertempuran hari ini.-
[Thomas’s Diary]
Mimikri.
Kata itu terucap reflek dari mulutku begitu saja. Sebuah kabut aneh menyelimuti kami. Kabut hitam pekat yang menjadikan tubuh kami memiliki warna yang sama persis dengan lingkungan sekitar kami.
Allysa mendelik kecil, ia menggelengkan kepalanya melihat tingkahku yang menurutnya mengabaikan fakta bahwa ada sepuluh kilatan cahaya mata berwarna biru yang menatap lapar dari sudut gelap lain lorong sekolah.
****
Allysa menyetujui rencanaku untuk mengumpulkan bahan makanan. Menurutnya kami akan memerlukan persediaan lebih dari sebulan. Aku mengernyit mendengarnya.
Dua puluh meter menuju pintu gerbang kafetaria yang telah terbuka bukan perjuangan mudah. Monster-monster itu sensitif terhadap suara, jadi walau mereka tak dapat melihat wujud kami dengan matanya yang menurut Allysa dapat melihat dalam gelap seperti sinar inframerah, mereka dapat melacak lokasi keberadaan kami berdasarkan suara yang kami timbulkan.
Allysa memperkirakan hal itu. Kabut gelap yang ia ciptakan juga berfungsi untuk meredam suara, namun ia memperingatkanku untuk tidak menimbulkan suara lain selain suara langkah kakiku. Kabutnya tidak mampu menyelimuti semuanya.
Beberapa saat kemudian kami berhasil tiba di kafetaria. Allysa meletakan semacam kertas bertuliskan aksara-aksara aneh yang tidak bisa kubaca di pintunya.
Sihir peredam suara katanya. Menurutnya kami akan membutuhkannya karena tidak mungkin mengumpulkan makanan tanpa menimbulkan suara. Tapi selembar kertas hanya bertahan selama tiga puluh menit. Jadi kami harus cepat.
Dan aku kembali menghela nafas, kemudian membereskan tempat tidurku, beranjak mandi, sarapan, dan pergi ke sekolah dengan bus yang sama yang kutumpangi setiap pagi.
-Dan sekali lagi, realita kenyataan telah memenangkan pertempuran hari ini.-
[Thomas’s Diary]
Mimikri.
Kata itu terucap reflek dari mulutku begitu saja. Sebuah kabut aneh menyelimuti kami. Kabut hitam pekat yang menjadikan tubuh kami memiliki warna yang sama persis dengan lingkungan sekitar kami.
Allysa mendelik kecil, ia menggelengkan kepalanya melihat tingkahku yang menurutnya mengabaikan fakta bahwa ada sepuluh kilatan cahaya mata berwarna biru yang menatap lapar dari sudut gelap lain lorong sekolah.
****
Allysa menyetujui rencanaku untuk mengumpulkan bahan makanan. Menurutnya kami akan memerlukan persediaan lebih dari sebulan. Aku mengernyit mendengarnya.
Dua puluh meter menuju pintu gerbang kafetaria yang telah terbuka bukan perjuangan mudah. Monster-monster itu sensitif terhadap suara, jadi walau mereka tak dapat melihat wujud kami dengan matanya yang menurut Allysa dapat melihat dalam gelap seperti sinar inframerah, mereka dapat melacak lokasi keberadaan kami berdasarkan suara yang kami timbulkan.
Allysa memperkirakan hal itu. Kabut gelap yang ia ciptakan juga berfungsi untuk meredam suara, namun ia memperingatkanku untuk tidak menimbulkan suara lain selain suara langkah kakiku. Kabutnya tidak mampu menyelimuti semuanya.
Beberapa saat kemudian kami berhasil tiba di kafetaria. Allysa meletakan semacam kertas bertuliskan aksara-aksara aneh yang tidak bisa kubaca di pintunya.
Sihir peredam suara katanya. Menurutnya kami akan membutuhkannya karena tidak mungkin mengumpulkan makanan tanpa menimbulkan suara. Tapi selembar kertas hanya bertahan selama tiga puluh menit. Jadi kami harus cepat.
1/2 Prince Euphoria
1/2 Prince Euphoria!!
Finally, the beginning of September has come!! My breath's bated as I waited this new chapter with an amazing anticipation XD
Finally, the beginning of September has come!! My breath's bated as I waited this new chapter with an amazing anticipation XD
New Novel Project -Lex Oddypus
Dalam grafik, mimpi dan realita adalah dua garis berbeda yang tidak akan pernah sejajar.
Mereka hanya akan bertemu di suatu titik pertemuan untuk sebuah momentum pendek yang sangat singkat.
Dan entah kenapa hari ini waktu berhenti di titik itu.
Mereka hanya akan bertemu di suatu titik pertemuan untuk sebuah momentum pendek yang sangat singkat.
Dan entah kenapa hari ini waktu berhenti di titik itu.
-Thomas ‘s Diary-
Aneh.
Itulah kata pertama yang terlintas di pikiran Thomas. Matanya mendelik heran mengamati sebuah bongkahan batu besar yang mendarat di belakang sekolahnya. Jika ia tidak salah ukuran batu itu seperlima luas lapangan sepak bola yang ia sering saksikan ditelevisi akhir-akhir ini.
Meteorit.
Itu penjelasan pendek yang ia terima dari para lelaki berbaju kuning dan mengenakan simbol bahaya radioaktif berwarna hitam. Mereka mengatakan bahwa mereka dari pemerintah.
Thomas percaya. Mereka menunjukkan lisensi dan surat tugas.
Thomas percaya. Mereka menunjukkan lisensi dan surat tugas.
Mengherankan.
Meteorit itu tidak menimbulkan daya hancur yang dahsyat, bahkan tidak mengeluarkan radiasi radioaktif ataupun sekedar sinar gamma. Menurut tiga orang pria berbaju putih yang disebut pria berbaju kuning sebagai para ahli –yang Thomas sendiri ragu akan keahliannya. Semacam keajaiban terjadi ketika meteor itu meluncur ke tanah. Meteor itu melambatkan dirinya sendiri, mengurangi efek tubrukan dari skala richter ke sepuluh menjadi tiga koma dua.
Keanehan yang lain adalah, sebuah medan energi yang Thomas perkirakan berbentuk setengah bola menyelimuti meteor itu, mencegah Thomas dan para pria berbaju kuning itu mendekat. Thomas dan para pria berbaju kuning akan terkena efek aliran listrik yang bahkan tidak dapat dihalangi dengan isolator karet.
Kembalilah ke kelas, dan belajarlah seperti biasa.
Kalimat egois itu meluncur begitu saja dari mulut pria berbaju kuning yang paling besar. Thomas menduga bahwa pria yang paling besar itu adalah pimpinan mereka. Thomas kesal, ia masih penasaran, tapi akhirnya ia menurut saja. Miss.Finchard datang memaksa. Ia membubarkan diri bersama anak-anak lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)