Monday, September 20, 2010 | By: Life Stories

My Friend's madness -and me, his devil's whisperer

Cerita ini adalah cerita iseng tapi nyata yang dialami temen saya yang pendiam tapi mengerikan (psycho gitu...) Saya tidak tersangkut paut apa-apa, selain membisikkan beberapa saran yang "baik"

Cerita ini juga di post di thread curhat di kners.com 

Cerita ini adalah cerita nyata, namun karena si penulis berprofesi sebagai seorang penulis?? Maka ada "sedikit" bumbu di sini. 

Silakan menikmati :)


-----------------------------------------------------------------------------------

Zaman dahulu kala...

BYURR!!

*disiram air gara2 kebanyakan basa-basi* --ia deh langsung aja, *ampuun*

Pada suatu hari...

--eh eh, stop, stop, itu apaan air item-item di dalem ember, iihh ada kecoak matinya juga lagi, ini cerita beneran dari suatu hari kok *ngeles kabur*

Temen saya yang bernama *censored* (nama dirahasiakan karena si penulis belum meminta izin yang bersangkutan) memelihara burung kakatua, yang menurut pemiliknya --teman saya itu warna bulunya bagus, selain itu si burung kakatua juga sudah pandai berkicau.

Burung kakatua itu hadiah dari omnya yang kebetulan suka pulang ke rumah bawa hewan-hewan peliharaan gara-gara ngeliat tampang cute-nya, nah karena di-protes sama si tante rumahnya mirip petshop, si kakatua dihadiahkan ke temenku itu.

Setiap hari dia kasih makan, ngerawatin, mandiin??, ngajakin jalan2?? Bla-bla dst, dsb, dll... pokoknya intinya dia sayang bangeet deeeh ama tuh burung..

Nah, alkisah di lingkungan rumah temenku itu banyaak banget kucing *ya maklum aja, kucing2 kan gak tau cara ber-KB seperti kita* ada satu kucing, warnanya dasarnya putih dengan belang abu-abu, kucingnya udah tua, ada kira2 10 tahun umurnya, anaknya yang masih kecil2 ada 6, yang besar2 entah udah berapa, bapak(-bapaknya) entah di mana, karena itu temenku curiga kucing ini adalah aktivis feminis yang menganut azaz poliandri

Walaupun begitu, kucing ini udah biasa tidur di keset depan rumah temenku, sejak kakak perempuannya masih SMP, jadi dia biasa aja ama tuh kucing.

Tapi, suatu hari ketika dia kasih makan burungnya, dia dipanggil sama kakaknya ke atas, terus dia ninggalin sarangnya (ketutup) di atas meja di luar rumah tapi masih di dalam pagar.

Satu jam kemudian, ketika dia turun ke bawah dia terkejut ketika menemukan burung kakatuanya mati dengan bercak darah dan bekas cakaran di dalam sangkarnya yang notabene sudah jatuh tergeletak ke bawah dengan bekas koyakan jeruji di pintu sangkar.

-Dan si kucing lenyap, gak pernah dateng lagi-

Beberapa minggu kemudian, si kucing.. eh temenku yang masih membenci dan menuduh si kucing sebagai tersangka yang menzalimi burung kakatuanya, diberikan dua tupai warna cokelat -laki2 & perempuan- oleh omnya -lagi-

Tupai-tupai ini sepertinya mengalami sindrom hiperaktif, sehingga ketika tutup kandangnya dibuka, mereka akan langsung lompatan, dan berlari ke sana sini.

Sial bagi mereka dan si pemilik tentunya, pintu rumah sedang dalam keadaan kondisi terbuka, dan salah satu tupai berhasil meloloskan diri ke jalanan.

Nggak... tupainya nggak mati ketabrak mobil kok, tupainya cuma mati berdarah dalam keadaan kondisi lehernya tergigit erat oleh kucing yang sama tadi!! Otomatis adik temen kakakku yang kebetulan menyaksikan kejadian itu histeris, ia langsung mengambil sebatang sapu dan memukul2kannya ke si kucing.

5 menit kejar2an si kucing gak mau nyerah ngelepasin, baru deh di detik ke satu menit ke enam si kucing ngelepasin tupai temenku, adik temenku kira tupainya masih hidup, tapi ternyata sisi kiri muka tupainya , kulitnya sudah pada robek, dan daging plus tengkoraknya udah keluar-keluar gitu abis di makan si kucing.

--Pembalasan dendam disumpahkan--

Akhirnya keberuntungan datang juga bagi keluarga temenku, ia baru membeli anjing (gila bener nih orang rumahnya petshop ya??) dan ketika ia baru pulang ngajak anjingnya jalan2 bersama adik dan temen adiknya, mereka ketemu tuh kucing.

"Eh kak, itu kucingnya!!"

Tanpa tedeng aling-aling, temenku yang dipanggil sang kakak, langsung menyergap dan memegang ekor si kucing, dan adik temenku yang sepertinya di dalam darahnya sudah mengalir dendam kesumat segera dengan tangkas pulang ke rumah dan mengambil sebuah karung goni yang dipakai untuk menyimpan beras.

Si kucing dimasukkan ke karung itu, kemudian ia diputar-putar, di hentak-hentakkan ke tanah, dipukul-pukul dengan batang kayu.

Setelah itu merasa kurang puas, temanku membawanya ke rumahnya, mengambil selang dan memasukkannya ke dalam mulut si kucing *ini saranku pas denger cerita kematian burung+tupainya lho, yay me!!*

Setelah kucing itu menjadi kucing gelondongan, ia dimasukkan lagi ke karung , dilempar ke jalanan, dan anjingnya ia lepaskan untuk mulai mencabik-cabik si kucing, si anjing sudah menyiapkan cakarnya, mengumumkan deruan perang gonggongannya, dan melompat ke arah si kucing yang masih terperangkap di karung.

Satu, dua, tiga cabikkan, karung itu robek, dan si kucing ikut berdarah. Namun entah karena keajaiban apa si kucing dapat meloloskan diri dari kejaran anjing temanku..

Dan kau tahu apa yang temanku katakan?? -Ini baru part pertama untuk si burung, masih ada part dua untuk si tupai-

Hyakss...

"Eh gimana kalau disalib aja tuh si kucing, dipaku kaki-kakinya papan kayu" Komentar si penulis sadis, yang entah kenapa terobsesi dengan sadisme pada si kucing

"Terus dicabutin kuku2nya..." Makin seremmmm

"Kan ada daging di kuku2nya, di tusuk nanti, kaya kita nusuk otak kodok di lab bio gitu" Weks ini mah udah 18++

===========

NB : Mohon maaf kalau kepanjangan dan mirip cerpen curhatan
NBB : Mohon maaf kepada para pencinta hewan seperti kak serigala, termasuk kak cat yang sesama kucing
NBBB : Dalam pembuatan curhatan sadis ini hanya satu kucing yang menderita, jadi tenang aja, kucing masih banyak kok
NBBBB : Jangan menganggap ini sadis, jika anda belum tahu apa yang terjadi pada sapi-sapi, ayam-ayam, dan ikan-ikan yang pernah anda makan
NBBBBB : Request plot cerita sadis sama saya boleh, asalkan ada yang mau menjalankan
--------

4 comments:

Anonymous said...

Astagfirullahalazim... Sungguh dzalim orang yang melakukan hal tersebut kepada makhluk Allah yang hanya mengikuti kodrat dan instingnya untuk mencari makan. Diperlakukan sedemikian rupa , sungguh saya berharap para pelaku akan diberi hidayah dan pengampunan agar tidak dibalas di akhirar kelak.

No , seriously.

Nb - This is a serious comment , not meant to be a joke or whatnot.

Anonymous said...

Want me to bring up some verses ?

Anonymous said...

well , I hope not , as I don't recall I know the verses.

Anonymous said...

que tiempo hace hoy
hace hoy
hace hoy
que tiempo hace hoy
hace maximus

Post a Comment