Tuesday, September 7, 2010 | By: Life Stories

Menyebalkan!

Menyebalkan!

Apa kau tahu bagaimana rasanya jika sepiring makanan lezat dihidangkan di depan anda? Tapi anda dilarang untuk mencicipinya, dan hanya dibiarkan kelaparan mencium baunya?! Dan lebih parahnya lagi, seorang pencicip makanan profesional yang biasa anda lihat di televisi hadir di depan anda dan melahap makanan itu tanpa ragu.

Ia membiarkan anda kelaparan sambil sesekali mengomentari rasa dan tekstur makanan itu tanpa malu-malu seujung kuku di depan mata anda. Setelah itu ia bersendawa dan mengelus-ngelus perutnya dan pergi begitu saja, membiarkan anda melongo dengan mulut ternganga yang dapat dipastikan jika anda dipotret kamera dengan resolusi yang bahkan hanya VGA, teman-teman anda yang ditunjukan foto tersebut akan tertawa terbahak-bahak melihat liur anda yang sudah menetes tidak karuan.




Hal itulah yang baru terjadi pada saya tadi malam, ummm setengah jam yang lalu. Saya dihidangkan sebuah review novel yang kelihatannya sangat dan amat sangat menarik -Bilangan Fu karya Ayu Utami. Saya terkena sial setelah membaca salah satu jejak review yang ditinggalkan di salah satu blog yang saya kunjungi (oke wordpress) dan mengikuti backlinknya ke Goodreads.

Saya lapar -Mengutip Selera Ganesha (Pemenang Fantasy Fiesta 2010). Jujur saya lapar, dan saya sangat lapar hingga saya rasanya ingin mengunyah suatu buku sekarang. Review yang ditulis benar-benar menarik luar biasa, menjanjikan suatu novel yang menggugah inspirasi, menghanyutkan pembaca, memperluas  wawasan, dan yang paling utama adalah membuka sudut pandang kita menjadi seseorang yang open-minded.

And well, tentu saja janji para reviewer profesional yang berani bertaruh mereka akan selalu teringat akan kutipan-kutipan kata luar biasa yang Ayu Utami tuangkan dalam novelnya.

Siapa yang tidak terbuai jika di depan mereka diletakkan sepiring beef steak di atas hot plate yang wanginya sedap mengepul dengan aroma daging dan rempah-rempah yang khas?

Saya juga, air liur saya menetes melihatnya

Saya ingin membacanya, sangat ingin, tapi setelah saya baca ternyata novel itu terbit tahun 2008, masih adakah toko yang menjualnya? dan saya ingin umm, maksud saya sangat ingin membacanya sekarang!!

Tuhan berbaik hati pada saya...

Lewat kebaikan sebuah sistem online yang luar biasa, yang kita kenal sebagai internet, saya menemukan buku itu di salah satu website sesepuh paling sesepuh yang pernah ada : Google. Oke lebih tepatnya di Google Books.

Dan hebatnya lagi, Ayu Utami mengijinkan Google untuk menampilkan karyanya secara utuh, bukan hanya merupakan pajangan dalam bentuk kutipan atau ulasan.

Air liur saya menetes, saya mempersiapkan kbbi online -karena menurut reviewer ada banyak kata, yang Well, termasuk Bahasa Indonesia namun sangat dan sangat tidak umum.

Saya mulai membaca.

Waw saya terpikat, karakterisasi dan penokohannya sangat nyata, deskripsinya jelas, narasinya puitis namun tidak terlalu bertele-tele. Dan makna akan pengalaman ditonjolkan dengan kelanjutan cerita yang sangat menjanjikan.

Namun ketika saya mencapai halaman kesebelas saya menyadari suatu hal yang penting.

Ini jam 11 malam, saatnya tidur.

Menyebalkan!!

2 comments:

Anonymous said...

saya sangat terinspirasi sekali dengan blog anda.

salam dari Sumatera Utara

Dyah said...

hoo, waktu ke gramed aku ngeliat buku itu.
ntar kalo maxi udah baca, bikin reviewnya ya :D

btw, template blogmu keren bgt >.<

Post a Comment